16 Mei 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Lagi!! Di Sicanang Belawan Penimbunan Daerah Paluh “Bebas”, Pemukiman Warga Labuhan Deli Terancam Banjir

Spread the love

Medan Belawan | tren24reportase.com – Tudingan masyarakat atas tingginya air laut naik ke darat kawasan padat penduduk di Belawan dan di sebagian sudut Medan Marelan belakangan ini disebabkan bebasnya penimbunan yang dilakukan pengusaha di sekitar paluh-paluh sepertinya benar adanya. Diyakini penimbunan itu tanpa kajian dampak lingkungan. Selasa (02/11/2021).

Kali ini tim wartawan Medan Utara telusuri pinggiran paluh Haliya yang menghubungkan ke paluh Sicanang Belawan. Ditemukan penimbunan di daerah paluh-paluh itu. Luas lahan yang ditimbun mencapai puluhan hektar.

Penimbunan yang dimulai dari Sicanang Belawan yang diduga tanpa kantongi izin Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) tersebut diprotes warga Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan. Masalahnya pemukiman warga diserang air pasang akibat timbunan tersebut, parangnya pihak penimbun tutup pintu saluran air.

“Gara-gara daerah paluh itu ditimbun, air laut jadi masuk ke rumah kami, herannya pemerintah kok membiarkannya”, cetus warga lingkungan 8 Labuhan Deli.

Informasi yang dihimpun di lapangan, lokasi yang ditimbun di sekitar paluh Haliya itu merupakan lahan sengketa. Sejumlah kelompok masyarakat mengaku lahan tanah sekitar paluh Haliya itu milik warga berdasarkan garapan turun temurun.

Kabarnya lokasi lahan tanah sekitar paluh Haliya itu ditimbun untuk kepentingan usaha penumpukan peti kemas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Medan Belawan belum memberikan keterangan. (Man).