16 Mei 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

“Asal Bapak Senang” Iwan Ridwan Diduga Lalai Lakukan Pengawasan Penyelenggaraan Proyek Kabupaten Bekasi

Spread the love

Kab. Bekasi, Tren24reportase.com
Terkait buruknya pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh kontraktor di kabupaten Bekasi, kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (DSDABMBK) Iwan Ridwan di minta turun ke lokasi pelaksanaan proyek dan jangan mengunakan sistem Asal Bapak Senang (ABS). Dari hasil pantauan awak media dan LSM di lokasi pengerjaan, banyak ditemukan kejanggalan yang mengarah ke kegagalan kontruksi dan keselamatan kontruksi. Hal itu dapat lihat dari penerapan tentang Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) yang dimana pada masa pandemi Covid 19 banyak kontraktor yang tidak mengikuti anjuran menteri kesehatan.

Kemudian, jika di lihat dari segi teknis pelaksanaan pekerjaan, hampir rata-rata pelaksana tidak mengerjakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Contohnya, seperti yang dikerjakan oleh
PT. Riz Giga Utama dengan judul kegiatan peningkatan jalan Pantai Bakti Muara Bungin, SPP :602/120/TENDER/SPP/PJL/ DSDABMBK sumber anggaran APBD kabupaten Bekasi nilai kontrak 4.378.884.805,00.

Hasil investigasi dan pantauan awak media di lokasi tampak pekerjaan tidak di laksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hal itu terlihat dari cara pemasangan tembok penahan tanah (TPT) tidak di gali dan untuk pasangan batu sebagai pondasi atau yang biasa di sepatu. kemudian di lihat dari sistem pemadatannya pun dinilai tidak maksimal karena badan jalan yang masih labil dan masih ada pasangan paving blok tidak di bongkar akan tetapi langsung di urug dengan batu kapur.

Dengan teknis pelaksanaan pekerjaan pemasangan turab seperti itu hasilnya baru beberapa hari di pasang sudah hampir ambruk.
Manan, kepala desa Pantai Bakti saat minta tanggapan mengatakan “Saya selaku kepala desa di sini dan mewakili masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah kabupaten Bekasi yang telah merealisasikan usulan kami dan menganggarkan untuk Pembangunan jalan Pantai Bakti Muara Bungin, sebab jalan itu sangat dan sangat di butuhkan oleh masyarakat agar dapat meningkatkan tarap ekonomi warga pesisir laut”.
Namun saya sangat prihatin dan sedih melihat pekerjaan yang di kerjakan asal asalan, setelah saya mendapat laporan masyarakat dan turun langsung ke lokasi ternyata benar kata warga bahwa “Tembok Penahan Tanah yang belum lama di kerjakan sudah mau ambruk”. Untuk itu saya minta kepada instansi yang berwenang khususnya kepala dinas Bina Marga, jangan hanya mendapat laporan dari bawah yang bagus bagus aja tanpa melihat kenyataan di lapangan.
Kepala dinas agar turun ke lokasi untuk memberikan arahan dan perbaikan, kalau memang masih bandel juga, kontraktor yang begitu jangan diberikan paket proyek lagi.

Masih kata Manan, karena kami masyarakat kabupaten Bekasi khususnya desa Pantai Bakti butuh jalan bagus dan berkualitas. Kemudian dengan adanya laporan masyarakat terkait buruknya pelaksanan yang dilaksanakan oleh kontraktor nakal ini saya sudah memberikan teguran, namun untuk sementara saya baru memberikan teguran secara lisan tapi kalau tidak ada perubahan perbaikan maka saya akan memberikan teguran secara resmi atau tertulis” tegasnya.

Sementara itu aktivis desa Pantai Bakti, Nadris yang di kenal sangat vokal dalam memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan di wilayahnya mengatakan” Saya sebagai masyarakat yang ikut berperan serta dalam mengawasi penggunaan anggaran masyarakat, saya tidak akan segan-segan untuk memberikan arahan pada pelaksana agar mengerjakan sesuai dengan gambar nya sebab saya punya gambar nya. Suatu hari saya ketika sudah memuncak batas ambang kesabaran jika melihat pekerjaan begitu, saya panggil dan saya suruh pulang kalau kerja tidak berdasarkan gambar, pelaksananya yang bernama Arif, terus berdasarkan apa kamu kerja kalau gak megang gambar?
Saya juga sependapat dengan komentar kepala desa Pantai Bakti, Lurah Manan, betul masyarakat di sini bukan hanya butuh wilayah nya di bangun tapi butuh juga kwalitas yang kuat dan bagus, dan untuk mendapatkan kwalitas yang kuat dan bagus tentunya tak terlepas dari peran pengawas, konsultan, PPTK agar memberikan sanksi tegas kapada kontraktor yang nakal, sebab yang akan di rugikan masyarakat. (SD/RED)