4 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Unjuk Rasa Di Kantor DLHK Kabupaten Karawang Yang Alergi Terhadap Wartawan

Spread the love

Karawang, Tren24Reportase.com – Unjuk rasa para Insan Pers yang dilakukan secara damai dan dibawah pengawalan personil Polres dan Polsek Karawang Kota, berlangsung kondusif, para insan Pers Karawang juga membentangkan poster-poster yang telah dibawanya yang bertuliskan alergi kepada wartawan, ganti Kadis DLHK karawang, juga kalau mau Pensiun tak perlu menunggu 2027,
Oktober 4/1/2021.

Akhirnya pihak DLHK Karawang bersedia untuk melakukan audensi dengan perwakilan pengunjuk rasa, perwakilan dari Insan Pers di wakili oleh latifudin Manaf, Endang Nupo, Deden S, Jajat sudrajat, dan Supriadi.

Sedangkan perwakilan dari DLHK di wakili oleh sekretaris DLHK Karawang Rosmaladewi, serta dihadiri oleh kapolsek Karawang Kota, Soeparno, dan perwakilan dari Intelkam Polres Karawang

Rosmaladewi mengatakan permintaan maafnya atas terjadinya miskomunikasi antara pihak insan Pers dengan Kadis DLHK karawang Wawan Setiawan.

Kami atas nama Dinas DLHK Kabupaten Karawang, menghaturkan permintaan maaf atas adanya kejadian yang terjadi antara insan pers dengan pak Wawan sebagai Kadis DLHK Karawang, Ujar Rosmaladewi.

Lebih lanjut Rosmaladewi juga menjelaskan atas ketidak hadiran Kadis DLHK Karawang, Wawan setiawan dalam acara audensi ini dikarenakan kesibukan Kadis DLHK sedang menghadiri kunjungan Wakil Gubernur Jawa Barat di Jatisari.

Pak Wawan tidak dapat hadir bersama kita, karena beliau sedang menghadiri kunjungan wakil Gubernur Jawa barat di Jatisari namun, apapun hasil dari acara ini akan segera saya sampaikan kepada beliau.ungkapnya.

Di waktu yang sama, Ketua Serikat Tani Karawang, Deden Sopyan sangat menyayangkan dengan adanya polemik antara Kadis DLHK Karawang dengan Insan Pers. 

Menurutnya, hal ini menunjukkan situasi yang ekstrim, atas kesulitan informasi yang didapat oleh para awak media, dan semakin menyakini bahwa rezim yang berkuasa saat ini sangat anti kritik dan kurang terbuka, untuk akses informasi yang bersifat publik.

Pantas saja Karawang masuk kategori 5 daerah dengan status kemiskinan ekstrim.Mungkin saja salah satunya adalah miskin informasi terhadap media, apalagi terhadap masyarakat, ujar Deden.

Deden mengapresiasi setinggi-tingginya kepada kawan-kawan media untuk untuk terus berjuang di garda terdepan menggali dan menginformasikan situasi daerah kepada masyarakat umum.

Kami sangat mengapresiasi langkah yang sedang dilakukan oleh rekan-rekan Pers di Karawang ini” pungkasnya (Agus)