4 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Seleksi Final Tingkat Nasional Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna Kementrian Pedesaan

Spread the love

Lampung Timur | Tren24reportase.com

Inovator sistem pengolahan diversifikasi mesin produksi pelet berbasis maggot asal Desa Sadar Sriwijaya Kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampung Timur yang juga adalah ketua bidang lingkungan hidup DPD LSM BPPI(barisan patriot peduli indonesia) santoso s.pdi, saat ini sedang mempersiapkan seleksi final Lomba Tingkat Nasional Inovasi Teknologi Tepat Guna(TTG) yang rencananya akan diadakan di balai desa bandar sribhawono pada hari selasa tanggal 7 september 2021 oleh kementrian pedesaan dan dinas pemberdayaan masyarakat desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung.

Ketika di wawancarai sang inovator mengatakan “kami sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk bahan seleksi tingkat nasional lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG),saya Dibantu Oleh 5 orang Rekan Team Rumah MAGGOT Dibawah Wadah UMKM WELAS( Wijaya Langgeng Sentosa)bersiap Memberikan Presentase Tentang Maggot mesin produksi pelet dan pembuatan pupuk berbasis maggot yang ramah lingkungan, yang kami persiapkan saat ini adalah mesin produksi pelet berbasis Maggot pembuatan baner baner, testimoni.”

Lebih lanjut di katakannya bahwa “lampung masuk sepuluh besar lomba TTG tingkat Nasional yang mengangkat tema ” pemanfaatan potensi sumber daya alam melalui pendaya gunaan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan menuju desa berdaya saing”berdasarkan surat dari Kementrian Desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi tertanggal 31 agustus 2021tentang pemberitahuan hasil lomba ttg skala desa tingkat nasional,semoga dalam seleksi final ini kita dapat masuk nominasi unggulan”ucap santosoo.

“Kami juga sudah mendapat arahan dan dukungan gubernur lampung Arinal Djunaidi Pemda Provinsi Lampung Dan Pemda Lampung Timur, kami berharap menjadi unggulan untuk tingkat nasional sebab apabila Maggot ini benar benar di budidayakan maka hal ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan dapat di jadikan salah satu komoditi nonmigas apabila skala Nasional maka bisa kita ekspor ke luar negeri “tambahnya lagi.

“MAGGOT adalah Ulat yang dihasilkan dari penetasan lalat bsf yang dapat digunakan untuk pakan ternak,kambing sapi,babi,pakan ikan lele,patin,gabus gurame dll,juga baik juga di jadikan pupuk terutama pupuk sayuran,
tentunya tidak hanya maggot,tapi ada bahan bahan lain seperti bekatul(dedak),limbah kedelai,kacang hijau,tepung jagung,molase (tetes tebu),sari buah,kohe(kotoran hewan)dan kompos.
adapun hasil produksi pupuk dan pakan ternak ini kami beri nama super 57,super 58 super -or/super organik dan kasgot.

Sementara ini perancangan,pembuatan,alat produksi dan bahan bahannya masih modal sendiri kami sangat berharap pemerintah dapat benar benar peduli dengan usaha usaha penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat terlebih lagi ekonomi kita sangat menurun di masa pandemi covid 19 ini dari tahun 2020 lalu” Ujar Santoso. ( Taufan J.)