10 Desember 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Tiga Unit Rumah Adat Suku Lama Nepa Rampung Di Rehabilitasi

Spread the love

Flores Timur, Tren24reportase.com – Perbaikan Atap tiga buah Rumah Adat Suku Lama Nepa hari ini Sabtu 28 Agustus 2021 telah rampung semuanya.Proses pengerjaan rumah sakral dan keramat ini dilalui dengan persiapan bahan untuk atapnya yakni rumput alang-alang hingga ke tali temali buat mengikat rekatkan pun tidak sembarangan tali, demikian pula cara mengikatnya sesuai tekstur zaman doeloe yakni pusaran pintal pelintirnya berposisi dibagian atas dan bukan di bawah. Seperti di saksikan wartawan tren24reportase.com, penjaga Rumah Adat Sahar Nayek memperbaiki ikatan pada bagian panel penyanggah atapnya yang telah diikatkan oleh sekelompok anak muda namun karena posisih lilitan tali pelintiran berada bagian bawa maka Sahar Nayek dengan tekun dan bijak untuk mengikatkan kembali dengan posisi bagian Atas .

Dari sedikit pengalaman berharga ini mengedukasih saudaranya dari berbagai Desa yang datang lantaran ‘Terpanggil’ untuk ikut ambil bagian dalam momentum kebersamaan yang jarang sekali terjadi selama ini.Diduga warga Suku Lama Nepa hari ini yang memadati dusun 3 Lewo Lamanepa Desa Tika Tukan Kecamatan Adonara mencapai 1.500an warga yang menghadiri dan menyaksikan proses Ritual pada Kampung Tua milik leluhur PATI BEDA ini. Dalam mempertahankan Ritual Budaya Adat orang Lamaholot, wajib hukumnya harus mampu dan mengerti serta memahami dengan baik dan benar pada fase ‘Bau’ Lolon’ sebagai simbol ujud Doa’ dan mekanisme berkomunikasih dengan Leluhur Nenek Moyang sebagai Sang ilahinya orang Lamaholot .

Dalam keyakinan orang lamaholot ini bahwa mekanisme komunikasih dengan sang ilahi atau yang agung ini telah dilakukan sebelum datangnya Agama; untuk itu terhadap proses ‘Bau’ lolon’ ini menjadi Pintu masuk dalam alamnya Leluhur orang Lamaholot . Sebagai salah satu contoh hari ini Marga atau Suku Lama Nepa, dalam mensyukuri proses pengerjaan tiga buah Rumah Keramat mereka telah memohon dan berdoa dalam tatacara Adat leluhur Pati Molan dan Beda Molan agar senantiasa melindungi dan menjaga selalu dalam hidup keseharian anak cucunya serta seluruh Bani Adamnya.

Untuk itu maka pelibatan seluruh tetesan darah dari kedua adik beradik ‘Pati Beda’ guna melengkapi ritual ‘Bau’ lolon’ pada beberapa titik sakral yang telah ditempatkan oleh kedua leluhur Pati Beda pada zamannya . Titik Sakral di maksud adalah ‘Lein lau Suban Subak Tobi Tawan, (yang menjaga di utara adalah Suban Subak Tobi Tawan),Weran Rae Kia’ Mulah Wato De’i(yang menjaga di selatan Kia’ Mulah Wato De’i), Hikhun Teti Nubah Pati Arakian(yang menjaga di Timur Nubah Pati Arakian) Wanan Lali Nara Beda Laga Doni(yang menjaga di barat Nara Beda Laga Doni) inilah Kalimat Sakral yang Wajib dilafalkan mana kala melakukan Ritual ‘Bau’ Lolon’ di Kampung Tua Pati Beda di Dusun 3 Desa Tika Tukan Kecamatan Adonara .

Walau dalam prakteknya serasa sulit untuk dicerna namun diyakini maka hal itu Benar Adanya, dan bukan menjadi barang baru bagi seluruh warga Lamaholot untuk mengamini sabda saat Ritual Bau’ Lolon ini . Mempertahankan dan melestarikan sebuah Budaya Adat seyogyanya Berawal dari Masyarakat Adat itu sendiri; dan justru dengan diakui oleh Negara Republik lndonesia lewat Undang undang nomor 6 Tahun 2014 menjadi Dasar Hukumnya maka Lamanepa menjadi Desa Adat sangatlah memiliki peluang menuju ke sana, tinggal bagaimana selanjutnya perjuangan panjang menuju ke Pemekaran‚Ķ.? bernard Nara

About Post Author