18 Mei 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Proses Perbaikan Rumah Adat Suku Lama Nepa Di Desa Tika Tukan Melibatkan Seluruh Bani Adam Pati Beda

Spread the love

tren24reportase.com| Adonara Flotim-Peristiwa Sakral kembali dengan adanya proses perbaikan Rumah Adat Suku Lama Nepa di Desa Tika Tukan Kecamatan Adonara Kabupaten Flores Tumur .

Kegiatan yang menguras waktu dan tenaga ini secara bergotong royong bersama seluruh Baniadam Leluhur “Pati Beda” dalam garis keturunannya yang menyebar di 5 Kecamatan di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur . Rumah Sakral yang diyakini masyarakat Lamaholot pada umumnya, dan khususnya bagi Suku Lama Nepa di daratan Adonara ini. Menjadi wajib hukumnya bagi seluruh warga masyarakat Lamaholot khususnya klen atau Suku Lama Nepa untuk ambil bagian dalam Peristiwa Sakral seperti Proses Perbaikan Rumah Adat ini, demikian penegasan Yeremias Mean Tupen kepada wartawan .

Menurut pensiunan anggota Polres Flores Timur ini bahwa “Salah satu Momentum yang sangat diimpikan bagi Kita semua lewat kesempatan ini bahwa Saudara saudaraku sekalian yang berasal dari kecamatan lainpun kita dapat saling mengenal lebih jauh lagi dan karena berjauhan tempat tinggal kita masing masing, hingga dengan kumpul bersama hari ini kita saling mengetahui satu sama lain”, urai Mean Tupen berapi api . Di tempat berbeda Salah seorang sesepuh di Desa Tika Tukan menyampaikan curahan rasa hatinya terhadap kegiatan akbar ini namun tidak ada semacam penyampaian lisan terhadap saudara saudara kita yang tinggal di Kecamatan lain yang mana jarak tempuhnya lumayan jauh jika harus datang ke dusun 3 Lamanepa ini.

Sesungguhnya Kampungnya leluhur Pati molan bersama adiknya Beda molan ini dapat diketahui juntrungannya manakala bapak Lukas Kopong Sili melakukan Penelusuran terhadap kondisi keluarganya terhadap tabib di Desa Tika Tukan pada tahun 1987 kala itu . Berangkat dari petunjuk Tabib atau Paranormal inilah menjadi terang benderang untuk harus menghuni kembali kampung tua dari leluhur bapak Kopong Sili . Ternyata benar bahwa walau sudah ratusan tahun lamanya toh pada akhirnya terungkap bahwa leluhur “Pati Molan dan Beda Molan” memiliki sebuah Kampung Tua yang pada zaman kini kita sebut “Lewo Lamanepa”. Dalam perhalanan waktu akhirnya Lewo Lamanepa ini justru berada pada wilaya Administrasi Desa Tika Tukan saat Kini . Bapak Lukas Kopong Sili dihadapan wartawan mengulang kisa lama bahwa “Kita orang Lamaholot ini terlahir dari sebuah tatanan budaya Adat, dan dari Budaya Adat ini pula membentuk kita untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya serta membentuk Rasa kebersamaan kita secara spontan terhadap sesama saudara kita berawal dari kebersamaan kita penuh Kasih ini”, tandas Kopong Sili . (Bernard Nara)