4 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Miris, UPTD PALD  Kabupaten Bekasi Belum Punya Pengelolaan Limbah

Spread the love

Kab.Bekasi, Tren24reportase.com –   Terlihat belasan mobil tinja Kota Bekasi masuk mengambil limbah tinja di PT yang berada Kab Bekasi degan armada milik dinas tinja Kota sampai puluhan mobil di PT sedot tinja” apakah tinja apakah limbah sebayak itu aramada datang  ambil tinja ujarnya.

Ketua PPBNI Satria Banten Cibitung Doyok / yayat  heran mobil  uptd PADL  kota bekasi masuk kab bekasi ambil limbah di kawasan  atau pt di kab Bekasi  ” memanag kabupaten bekasi tidak ada UPTD  PALD  pengelolahan tinja dan pengelolaan limbah domistik manifes ” saya sebagai masyarakat binggung  apakah tinja apakah limbah sebayak itu aramada datang  ambil tinja ujarnya jika kabupaten Bekasi UPTD  PALD nya bisa mengelola limbah domistik kan ada pemasukan PAD kab bekasi ‘ dan juga APBD kab bekasi lebih besar dari kota kenapa tidak bisa punya  alat seperti UPTD PALD Kota Bekasi yang dari Jerman.

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Air Iimbah Domestik (PALD), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Bekasi

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Air Iimbah Domestik (PALD) Kota Bekasi Andre saat di komfirmasi oleh media dan ketua DPC PPBNI Satria Banten Cibitung Kabupaten Bekasi terkait Mobil tinja milik kota bekasi  ambil limbah di pt yang ada di kabupaten Bekasi apakakah boleh ” jawab Andre selaku kepala UPTD PALD kota bekasi memaparkan kepasa media dan PPBNI satria banten  bahwasanya  limbah yang dia angkut mobil tinja milik Disperkimtan atau UPTD PALD  ia ambil limbah di PT yang  ada di kabupaten Bekasi tetapi itu adalah limbah  domestik “

Disini adalah instalasi pengelolaan  limbah domestik  Itu sifat yang di kelola adalah lumpur tinja dan lumpur domestik  dalam sejabotabek itu yang bisa mengelola lumpur domestik lainya selain tinja adalah  Kota Bekasi untuk region jabotabek dan  adalah pengeful tinja dan lumpur domestik, lumpur region jabotabek nah untukn hal ini itu yang bisa mengegelolah lumpur domistik lainya untuk region jabotabek, ujarnya.

Nah.. Untuk hal ini maka UPTD PALD siini ada manifest jadi pengelolaan bahwa memang   memang limbah domestik yang baik yang disetor oleh UPTD Pald  atau uptd di daerah lain mau Kab Bogor mau  atau mitra swasta yang udah ada izinnya untuk kesini.  Kalau memang dia lumpur  domestiknya itu adalah bukan tinja, maka kita belum berikan manifest itu lah sebagi bukti  bahwa limbah yang di hasilkan  oleh peghasil itu  memang diolah kesini.

Kedua bisa cek ”  kenapa bisa satu satunya unit yang bisa mengolah Makanya di kabupaten memang ada (tipical  tena ) cuman jenis yg bisa diolah disana hanya lumpur tinja, karna sistemnya konvensional. Kalau disini kan kita pakai Teknologi Dari Huber German yang didanai Oleh APBD TA 2016 ” UPTD PALD terpilih untuk mendapatkan program Water Operator Partnership dengan WATERNET BELANDA yang di danai oleh ASIA DEVELOPMENT BANK. PT. DAIKI AXIS INDONESIA

Nah oleh sebab itu kami , ya itu untuk membuktikan itu adalah manifest Adapun pelayanan di itu memang UPTD Ipal itu salah satu, karena memang dia mengolah beberapa instalasi dan itu sudah disepakati  Untuk penyedotannya mereka menggunakan pipa. adapun jenis yang diolah, oleh yang diangkut ya Adalah jenis komersil. Karna kalo B3 tidak boleh karna ada undang undangnya. Nah untuk membuktikan itu senter istalasi.

Disini lagsung di olah dan bisa lihat hasilnya “Nah ada dua  yg airnya kita buang ke Badan air Nah itu harus ada cek laboratorium 11 kali. Kenapa disini bisa banyak vendor di jabotabek sini. Karna mereka tidak ada (audit )secara tentang ISO. mereka biasanya auditornya datang kesini untuk mengaudit PALD kami “PALD  kami itu ada dua parameter, satu untuk lumpur kepadatan, satu untuk cairan. Cairan itu dibuang ke badan air
Harus di cek setiap akan melakukan pembuangan ke badan air dan dilakukan pengecekan Lab sesuai Permen LHK tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik dan tentunya harus sesuai dengan baku mutu dan setiap bulannya.

Kepadatan ini tentunya harus ada cek laboratorium. Laboratorium kita saat 2018 itu sesuai baku mutu nasionali , karna lumpur lumpur dari domestik  tidak boleh di gunakan keluar istansi kecuali dia harus sesuai permeta , boleh satu lapisan sanilafil sampah atau di gempu kalau mau di kelurkan tentunya harus pada leburatorium  yang menunjukan bahwa itu boleh ,selama tidak sesui bakumutu itu tidak boleh di seluruh dunia maupun di kabupaten karna apa ada kandugan PATOGEN dan ECOLI pengaelolaan limbah domistik fireda manusia .Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian tentang standar Pupuk Organik.

Restoran belum Punya IPAL, UPTD PALD Bekasi UNIT Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Kota Bekasi mendapat predikat sangat baik kategori (A) dari Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Padahal, mayoritas usaha rumah makan di wilayah setempat masih belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik.Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Bekasi, UPTD PALD Disperkimtan Kota Bekasi mendapat nilai 7,91 Kategori A dengan Predikat Sangat Baik dari Kementerian PUPR. Kota Bekasi merupakan satu-satunya kota yang meraih predikat tersebut. “Penilaian Kinerja dilakukan pada Juli 2019,” Menurut dia, UPTD PALD telah bekerja sama dengan Waternet Belanda yang didanai Asia Development Bank dalam rangka peningkatan Kapasitas SDM. Adapun Aspek penilaian yang dilakukan Kementerian PUPR yakni dari Aspek Pelayanan dengan bobot penilaian 30% mendapatkan nilai 2,54 atau rata-rata 25%.Poin kedua, Aspek Keuangan bobot penilaian 30% mendapatkan nilai 2,38 atau rata-rata 24%, poin penilaian ketiga Aspek Oprasional bobot penilaian 20% mendapatkan nilai 1,33 atau rata-rata 13% dan Aspek SDM dan Tata Kelola bobot penilaian 20% mendapatkan nilai 1,63 atau rata-rata 16%.“Kami masuk kategori A dengan capaian nilai 7,91 karena masuk bobot nilai antara nilai 7-9. Penilaian kinerja dibagi 5 kategori, kategori A plus sampai dengan kategori D,” tambahnya. Penilaian ini belum sebanding dengan pengawasan yang dilakukan UPTD PALD. Sebab, hingga saat ini, mayoritas pengusaha rumah makan dan restoran yang ada di wilayah setempat belum memiliki IPAL Domestik. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi meminta seluruh pengusaha rumah makan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik mereka. Bila tak kunjung dilakukan, izin usaha rumah makan mereka terancam dicabut.Kepala UPTD IPALD Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Andrea Sucipto, mengakui, hingga saat ini mayoritas pengusaha rumah makan yang ada belum memiliki IPAL. Hal ini berlaku dari rumah makan sederhana hingga rumah makan sekelas restoran ternama.“Dari rumah makan sekelas warteg sampai restoran yang punya beberapa gerai yang ada di Kota Bekasi belum memiliki IPAL,” ungkap Andrea. (Mariam/Maddi)