7 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Kemensos Percepat Distribusi Beras untuk Pekerja Informal

Spread the love

Jakarta | Tren24Reportase.com- Kementerian Sosial segera bergerak menyusul instruksi Presiden Joko Widodo untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) dan obat-obatan gratis kepada masyarakat di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diungkapkan pada Sabtu (17/6).Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, pihaknya meningkatkan bansos reguler dan menambah bantuan khusus guna mencukupi kebutuhan pokok berupa beras.

“Untuk Bansos PKH dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako sudah disalurkan sejak awal Juli,” kata Risma dalam konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat pada Minggu (18/7).

Adapun pada pelaksanaan program perlindungan sosial, Kemensos mengoptimalkan program bansos reguler, yaitu PKH, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako, serta BST. Risma menambahkan, PKH tahap ketiga untuk periode Juli sampai September 2021 disalurkan pada Juli ini.

“Kemensos juga mencairkan BST untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama 2 bulan yakni Mei-Juni, yang cair pada Juli. Kemudian sebanyak 18,8 juta KPM BPNT/Kartu Sembako mendapatkan tambahan dua 2 bulan, yakni pada bulan Juli dan Agustus,” katanya.

Kementerian Sosial segera bergerak menyusul instruksi Presiden Joko Widodo untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) dan obat-obatan gratis kepada masyarakat di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. (Foto: Arsip Kemensos)

Dijelaskan, anggaran sebesar Rp28,3 triliun untuk PKH, dan Rp42,3 triliun untuk BPNT/Kartu Sembako disalurkan melalui Bank-bank Milik Negara (Himbara). Sementara anggaran BST senilai Rp15,1 triliun disalurkan oleh PT Pos Indonesia. Pembagian bansos tersebut diharapkan mendongkrak daya beli masyarakat.

Selain itu, Kemensos bermitra dengan Perum Bulog dalam pendistribusian beras dengan total volume 200 juta kg untuk 10 juta KPM PKH, dan 10 juta KPM BST dengan paket besar 10 kg per KPM.

Kemudian, ada juga bantuan berupa 5 kg beras sebagai program inisiatif mandiri Kemensos. Bantuan itu diberikan kepada kelompok pekerja sektor informal di Jawa dan Bali yang penghasilannya terdampak PPKM Darurat, seperti pedagang kaki lima, pemilik warung, pengemudi ojek, dan pekerja lepas.

Risma mengatakan, sekitar 3 ribu paket bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial di 122 kabupaten dan kota di Jawa-Bali, serta 6 ribu paket dibagikan di enam ibu kota provinsi.

“Data penerima bantuan beras 5 kg ini dari usulan pemerintah daerah. Penerima adalah mereka yang tidak menerima atau di luar penerima 3 jenis bansos reguler, yakni PKH, BPNT/Kartu Sembako dan BST,” kata Risma.(Nanda)