27 September 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Hindari Bahaya Kebakaran, 40 KK Bahas Pengajuan Pembebasan Lahan Ke Pertamina

Spread the love

Medan Labuhan | Tren24Reportase.com – Potensi bahaya kebakaran masih menghantui masyarakat sekitar Pertamina Labuhan Deli Sekitar 40 kepala keluarga yang menetap di jarak sekitar 25 meter dari batas tembok pagar Pertamina Labuhan Deli jalan KL Yos Sudarso KM. 19,5 gelar rembuk warga. Mereka rencanakan pembebasan lahan sebagai solusi keamanan. Kamis (01/07/2021) pukul 11.00 Wib.

Hadir dalam rembuk warga tersebut tokoh masyarakat Pekan Labuhan Nazaruddin Ismail. Hadir juga perwakilan masyarakat sekitar Pertamina Labuhan Deli AR Ahmad, Abdurrahim, Suhel Edwin, M. Yusuf, Mhd. Kasim, Ramli, Fatimah, Wati, dan puluhan perwakilan warga lainnya.

Dalam rembuk warga itu, perwakilan masyarakat lingkungan 22 dan 23 Pekan Labuhan AR Ahmad mengatakan kehawatiran masyarakat terhadap rawan kebakaran merupakan hal yang wajar.

“Kita lihat fakta di lapangan bahwa jarak Terminal Tangki Bahan Bakar Minyak (TTBM) Pertamina Labuhan Deli dengan pemukiman warga bukanlah jarak yang aman, jadi kekhawatiran warga terhadap rawan kebakaran itu merupakan hal yang wajar”, kata AR Ahmad. saat mengawali pendapatnya.

Oleh karenanya lanjut AR Ahmad, kehawatiran warga ini perlu menjadi perhatian yang amat serius oleh pihak Pertamina Labuhan Deli agar mengkoordinasikan kepada Direktur Utama Pertamina untuk merancang pembebasan tanah dan rumah warga yang berdekatan dengan TTBM Pertamina Labuhan Deli, khususnya yang berjarak 25 meter dari batas tembok pagar Pertamina Labuhan Deli.
Tentunya sebagai langkah awal, warga yang tinggal berjarak sekitar 25 meter dari batas tembok pagar itu memulai pendataan yang selanjutnya nanti mengajukan permohonan pembebasan tanah dan rumah ke Pertamina, tentunya dalam hal ini harus melibatkan Kepala Lingkungan dan pihak Kelurahan, terang AR Ahmad.

Hal senada juga disampaikan pemuka masyarakat Kelurahan Pekan Labuhan, Nazaruddin Ismail. Dalam sambutannya, Nazaruddin tekankan perlunya koordinasi dengan pihak Pertamina.

“Untuk menghindari adanya gesekan di tengah perjuangan masyarakat dalam upaya pembebasan lahan, sangat diperlukan koordinasi yang baik dengan pihak Pertamina. Situasi pandemi covid-19 sekarang ini, tidak mungkin 40 kepala keluarga yang tinggal berdekatan dengan tangki timbun Pertamina Labuhan Deli diterima pihak Pertamina dalam koordinasi tatap muka, tentunya perwakilan. Oleh karena itu, bentuk tim perwakilan dari masyarakat itu sendiri”, kata Nazaruddin.

Rembuk warga untuk rencana pengajuan pembebasan lahan tanah dan rumah masyarakat yang tinggal berdekatan dengan tangki timbun Pertamina Labuhan Deli itu menunjuk 15 orang sebagai perwakilan masyarakat, masing masing dari lingkungan 19, 21, 22, 23, dan lingkungan 24 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan. Dalam waktu dekat, permohonan pengajuan pembebasan lahan tanah dan rumah yang berjarak 25 meter dari batas tembok pagar Pertamina Labuhan Deli (TTBM-red) jalan KL Yos Sudarso KM. 19,5 akan diajukan ke Pertamina Medan.(A.Rahman)

About Post Author