27 September 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Dwi Putri Anak Yang Ibunya Dibakar Ayahnya Sendiri Kini Butuh Perhatian Pemerintah

Spread the love

Kabupaten Bekasi | Tren24Reportase.com-  Seorang Perempuan dibakar mantan suami saat tidur di dalam rumah di Kampung Tambelang RT 06/03, Desa Suka Rapih, Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis 28 Maret 2013 malam.

Saat media menyambagi kediaman Dwi Agnes Esaputri di Kampung Tambelang RT06/05 Desa Suka Rapih Kecamatan Tambelang , setibanya di rumah Dwi yang hanya kurang lebih 40 meter. Media menayakan perjalanan hidupnya selama di tinggal ibu dan ayah.

Dwi Mengatakan kepada Media” saya di tinggal ibu Meninggal sekitar 9 tahun dan ibu saya Meninggal di bakar ayah saya dan ayah di penjara selama 18 tahun, saya tinggal bersama nenek saya  beserta adik saya baru satu tahun umurnya waktu kejadian itu dan saya kelas dua SD kaka saya sekolah SMP saya biaya sekolah dari nenek yang tidak ada suami ” Saya dan adik bahkan kaka saya tidak ada bantuan KIP atau  BLT atau PKH . saya selalu dapat Rengking Kelas Yakni Rengking Dua Bahkan Tiga Ucapnya.

Saya sangat berharap Bantuan Pemerintah Agar Dapat Membatu Kami Yang Tidak Ada Ibu Bapak Saya Ingin Sekolah Tinggi Beserta Adik Saya Yang Saat Ini Duduk Di Sekolah SD tidak ada bantuan KIP (Kartu Indobesia Pintar). Nenek saya berjuang dengan Berjualan Celana keliling demi membiayai sekolah saya, adik dan kaka saya. Miris Dimana Keperdulian Pihak Istansi Pemerintahan …??

Dwi sambil menahan tangis dan kerinduan kepada sesosok ibu dan ayah tidak lagi sanggup berkata dan isak tanggis yang dalam adalah arti sangat rindu ibu dan ayah, Dwi Bercita-cita ingin menjadi Manager keuangan .Dwi anak yang cerdas rajin Ibadah Dan Berpuasa selalu dapat Rengking Demi Cita Cita semoga ada yang memperhatikan Dwi dan Pemeritah Tidak tutup mata .

Saat di wawancarai nenek dari Dwi Mengatakan kepada media bahwasanya anak saya ibu nya Dwi Meninggal di bakar oleh suaminya sekarang suaminya di penjara  18 tahun. Saya di tiggalkan cucu tiga orang dari almarhum Ida anak saya , saya ihklas urus tiga anak ini dari umur 1 tahun Renop adiknya Dwi dan Dwi klas 2 SD abang nya Dwi kelas satu SMP saat itu saya berjuang demi cucu pinjam bank keliling dua juta buat usaha jualan celana kolor dengan hasil yang minim saya buat cukup makan saja anak cucu saya. Ucapnya.

Saya orang tidak mampu rumah saja mau rubuh untung ada bantuan dari Basnaz baru di benerin . bantuan dari pemerintah hanya dapat beras , telur, kacang ijo kartunya pun di pegang RT. PKH , BLT tidak dapat .

Harapan saya  pemerintah bisa liahat keadaan saya nenek yang sudah tua renta ini biayai cucu saya demi masa depanya.Saya takut tidak ada umur cucu saya bagaimana siapa yang biayai sekolahnya dan abangnya saja lulus sampai saat ini Nganggur sudah melamar gak ada pangilan ujung ujung nya pakai duit, darimana kita dapat uang juataan. ucpanya.

Sekarang Dwi baru Daftar Di SMK 1 tambelang semoga sekolah itu dapat melihat kenyataan pahit yang di alami cucu saya yang tiada ibu dan  ayah , Dwi cucu saya rajin sholat , puasa selalu dapat Rengking Kelas  , bahkan juga adiknya Renop yang masih duduk di bangku sekolah SD , semoga dapat  kartu KIP dari sekolah biar ringan beban saya. 

Saya sedih liat cucu saya apa lagi waktu kejadian Pembakaran Almarhum anak saya ibunya Dwi saya dagang dwi yang jagain adik dan masak kadang menangis menayakan ibunya, saya tabahkan degan menjawab ikhlas nak ibu ke surga nanti balik. Bahkan adiknya Renop suka ke makam ibunya di usia 1,5 tahun jalan sendiri kadang melihat Almarhum ” katanya Mamah Ida Rumahnya Besar Mamah ida cantik Ne aku lihat ..air mata ku tak terasa Menetes Mendegar ucapan Renop cucu saya Ya Allah .Ujarnya(Mariam)

About Post Author