18 Agustus 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Dampingi Korban Penganiayaan, Betra Keadilan Datangi Mapolres Bengkalis

Spread the love

Tren24Reportase.com | BENGKALIS — Kasus dugaan penganiayaan, yang dilakukan R, Oknum Guru SD di Desa Kadur, Rupat Utara, hingga kini kasusnya masih belum mendapatkan kepastian hukum dan tak kunjung diproses oleh Polsek Rupat Utara.
Sehingga korban RI (25) didampingi kuasa hukum dari kantor hukum Betra Keadilan, Refi Yulianto, Ade Nurisman, SH dan Trionesia SH. Jumat (11/6/2021) mendatangi Mapolres Bengkalis dalam rangka memohon agar perkara, yang menimpa kliennya, Ria Izati diawasi oleh Polres Bengkalis.


RI yang kondisinya terlihat masih trauma, akibat perbuatan oknum guru itu mendatangi Polres Bengkalis sekira pukul 15.00 WIB, tampak masih belum bisa berbicara banyak soal peristiwa yang dialaminya. Saat ditanya, Ia pun sedikit menceritakan kronologis, yang dialaminya dengan berurai air mata atas tindakan dari oknum guru tersebut. Ia berharap, penegak hukum melakukan upaya hukum seadil-adilnya atas peristiwa tidak manusiawi yanh dialaminya.


“Saya minta pelaku baik R dan N ini diproses secara hukum dengan seadil-adilnya. Sehingga kedepan tidak main hakim sendiri dan tidak seenaknya menyerang orang, apalagi negara kita negara hukum,”tutur Ria Izati kepada media ini.


Ia menuturkan, jika peristiwa yang dialaminya memang sangat-sangat pilu. Sebab, sempat ditelanjangi dan dianiaya, bahkan rambutnya dipotong dengan gunting serta handphone miliknya dirampas.


“Saya berterimakasih kepada bapak-bapak advokat, karena sudah turut memperhatikan kondisi saya. Ini saya dari desa datang ke Bengkalis atas arahan dari orang tua saya yang bekerja sebagai buruh nelayan kampung,”ujarnya haru.


Sementara itu, Refi Yulianto, SH mengatakan, pihaknya akan tetap mengawal kasus yang menimpa kliennya. Sebab, hari ini perkaranya sudah diterima dalam bentuk Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL). Nomor :06/VI/2021/Riau /Bks/Sek. Rupat Utara.


“Harapan kami dengan dimasukkannya surat ini, kita berharap agar perkara yang sedang kita tangani ini dapat diambil alih oleh Polres Bengkalis. Bukan kita meragukan kredibilitas kemampuan dari Polsek Rupat Utara, tidak. Kita menghargai profesionalisme yang mereka lakukan, hingga hari ini,”katanya.


Lanjut Refi mengatakan, korban masih dalam keadaan trauma. Keluarganya juga masih merasakan trauma. Sebab, pelaku sendiri masih berkeliaran bebas.
“Klien kami masih dalam kondisi trauma. Keluarganya juga masih merasakan hal yang sama. Dimana, hingga hari ini terduga pelaku masih berkeliaran bebas, seolah-olah kebal hukum.

Jadi, untuk memberi rasa kepercayaan publik terhadap institusi Polri itu sendiri, tentu kita berharap Bapak Kapolres dapat memandang ini secara bijaksana, sehingga kedepannya masyarakat, yang main hakim sendiri ada rasa takut, ada rasa untuk tidak berani lagi melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan terhadap klien kami. Saya rasa itu saja ya,”tutupnya.
Korban RI didampingi kuasa hukum dari Betra Keadilan mendatangi Mapolres Bengkalis dan diterima langsung hari itu juga, sebagai bentuk pelayanan laporan masyarakat, dalam rangka mendapatkan keadilan.


“Alhamdulillah, saat surat kita masuk. Langsung diterima oleh staff khusus Bapak Kapolres Bengkalis. Hari itu juga di disposisi. Semoga klien kami mendapatkan keadilan yang diinginkannya, sesuai harapan kita bersama,”timpal Trionesia, SH.***(Ril /T24R)

About Post Author