10 Desember 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Adanya Dugaan Penipuan, LSM PENJARA Resmi Layangkan Surat Audensi Dengan Pihak Bank BNI Kepada DPRD Kota Tasikmalaya

Spread the love

Kota Tasikmalaya -Tren24Reportase – Pada hari Kamis tanggal 3 Juni 2021 salah satu lembaga sosial kontrol di Kota Tasikmalaya yaitu LSM PENJARA (Pemantau Kinerja Aparatur Negara) resmi melayangkan surat audensi kepada pihak DPRD Kota Tasikmalaya terkait apa yang diduga, terjadi pada salah seorang Warga Wanasari desa Budiasih Kec.Sindangkasih Ciamis.

Sebut saja korban dari dugaan penipuan tersebut adalah Nano Karno ini menyampaikan kepada T24R ,”Bahwa, dirinya merasa tertipu oleh orang yang berinisial AF orang Lenggorsari gunung cupu Ciamis, atas surat kepemilikan tanahnya berupa Sertifikat yang dipinjam AF pada tahun 2016 dan sampai sekarang tahun 2021 tak kunjung dikembalikan. Upaya demi upaya kekeluargaan sudah ditempuh oleh saya terhadap AF, tapi, alhasil AF seolah tidak punya niatan baik untuk mengembalikan surat Sertifikat tanah kepemilikan saya yang dulu pernah dipinjam dari saya untuk dipergunakan dalam sebuah jaminan Pinjaman uang untuk keperluan dirinya di salah satu Bank di kota Tasikmalaya, sebut saja Bank tersebut adalah BNI Jl.Hz.Mustofa Kota Tasikmalaya.

Hasil konfirmasi dari pihak Bank BNI kepada TR hari Selasa (02/06/21) menyampaikan ,”Bahwa, memang betul atas nama AF adalah salah satu Nasabah kami dari bank BNI dan sekarang angsuran kreditnya sudah lama macet dikisaran angka kurang lebih Rp.200.000.000,-(Dua ratus juta rupiah), dan adapun jaminan anggunan pada waktu terjadi pengajuan sampai kepada pencairan pinjaman adalah sebuah Sertifikat tanah kepemilikan. Hanya saja kalau kami ditanya jaminan sertifikat tanah tersebut atas nama siapa-siapanya kami tidak bisa menyebutkan terkecuali dari dan oleh yang bersangkutan saja.’ucap pihak bank

Nano Karno menambahkan, adapun kronologis kenapa Sertifikat tanah milik saya bisa dijadikan jaminan atas anggunan saudara AF ,”Pada waktu itu AF datang kerumah saya bersama istrinya dan saya juga menerima AF dan Istrinya beserta istri saya pula diruang tamu, kemudian AF menyampaikan Bahwa, AF datang kerumah saya dengan maksud untuk meminjam sertifikat tanah milik saya yg berlokasi di Lenggorsari Gunung Cupu Ciamis dan berjanji kepada saya akan secepatnya mengembalikan dengan batas waktu satu tahun ketika nanti pengajuan TOP-UP kepada pihak Bank. Dan, AF menyampaikan kepada saya agar terealisasi pinjamannya maka Surat Sertifikat atas nama saya (Nano Karno) harus dibalik namakan kepemilikan Tanahnya tersebut terlebih dahulu menjadi atas nama AF, cuman sebelumnya harus ada jual beli dulu kata AF pada waktu itu antara saya dengan AF.

Selang waktu lama berbincang, akhirnya saya menyetujui untuk meminjamkan Surat kepemilikan Tanah saya berupa sertifikat tanah kepada AF, asalkan dalam satu tahun Sertifikat tanah kepemilikan saya kembali seperti apa yang di janjikan AF. Pada waktu itu saya tidak ada terpikir meminta kompensasi apapun kepada AF karena meminjamkan sertifikat tanah milik saya, saya hanya murni membantu/menolong AF. disisi lain sebelumnya saya sudah mengenal Asep sebagai teman.’ucap nano

Dan akhirnya, pada hari H nya saya di ajak bersama AF berangkat ke Bank BNI yang beralamatkan di Jl.Hz.Mustofa Kota Tasikmalaya yang katanya Pak Nano juga harus hadir untuk menandatangani sebuah surat di kantor Bank BNI yang kata AF surat itu adalah surat jual beli dan Balik Nama (BBN) Sertifikat Tanah atas nama saya (Nano Karno) menjadi Sertifikat tanah kepemilikan AF. Setelah saya datang ke kantor BNI saya dibawa ke lantai 2 dan berkumpul bertiga antara AF juga saya dan salah seorang dari pihak Bank BNI yang katanya posisinya sebagai “Mantri bank”. Kemudian, saya disuruh menandatangani sebuah surat seperti apa yang di arahkan AF kepada saya sebelumnya, dan Setelah peandatangan itu saya langsung pulang kerumah.’tandas nano

Seketika setahun telah berlalu saya datang kerumah AF untuk mempertanyakan sekaligus menagih janji AF kepada saya setahun sebelumnya, “bahwa, dirinya akan mengembalikan Sertifikat tanah kepemilikan saya dalam kurun waktu satu tahun lamanya, tapi, sayang seribu sayang ternyata dari perjanjian AF terhadap saya terkait pinjaman sertifikat tanah di tahun 2016 Sampai dengan tahun 2021 AF melakukan one prestasi atau ingkar janji dan terkesan tidak ada itikad baik kepada saya untuk segera mengembalikan Sertifikat tanah kepemilikan kepada saya, yang akhirnya selama beberapa tahun terakhir ini berdampak kepada harmonisasi keluarga saya terutama istri saya dan hampir-hampiran hancur gegara Sertifikat Tanah milik saya yang dipinjam AF dari tahun 2016 sampai sekarang belum kunjung dikembalikan oleh AF kepada saya.’belas nano

Akhirnya, saya melaporkan dugaan Penipuan yang telah dilakukan AF kepada saya pada Pihak Kepolisian Ciamis terkait dengan kejadian ini melalui Pelaporan teman saya yang bernama Endra R (Korwil Reportase Nasional). Dan, saya juga dimintai hadir dalam sebuah Audensi yang bertempat di kantor DPRD Kota Tasikmalaya C.q Komisi II yang membidangi persoalan Perbankan terkait hal yang terjadi pada saya saat ini pada tanggal 07/06/2021. Karena menurut salah satu Pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM PENJARA Kota Tasikmalaya) Dalam Hal ini (Deden Lee) ,”Bahwa, patut dipertanyakan terhadap sistem mekanisme atau tata cara penerimaan nasabah dengan anggunan memakai jaminan Surat Sertifikat milik orang lain, apakah sesuai dengan Regulasi yang ditentukan pihak Bank BNI itu sendiri atau tidak..?

Berdasarkan hasil konfirmasi dengan ketua LSM PENJARA Kota Tasikmalaya, Deden Lee menerangkan,”Bahwa, ada beberapa mekanisme yang sudah memenuhi syarat persyaratan ketika Seseorang (Nasabah) mengajukan Pinjaman berupa Uang kepada Pihak Bank dengan memakai Jaminan Surat kepemilikan tanah milik Orang Lain.’tandas deden

Wakil ketua LSM Penjara (Nra) juga ikut menambahkan, Jikalau, Nasabah tersebut mengajukan Pinjaman dengan Jaminan Sebuah sertifikat tanah kepemilikan orang lain berarti ada beberapa regulasi Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Nasabah itu sendiri dari ketentuan persyaratan yang sudah jadi ketentuan aturan pihak Bank. Dan, ketika mendengar alur kejadian yang disampaikan pa Nano Karno ini kepada kami LSM PENJARA sebenarnya simple, Kami sudah melayangkan surat audens dan akan secepatnya melakukan Audensi di kantor DPRD Kota Tasikmalaya c.q Komisi II yang membidangi hal tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan, guna mempertanyakan atau minta klarifikasi kepada beberapa Pihak terkait diantaranya yaitu :
-Pihak Bank BNI itu sendiri
-Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
-Pihak Bank Indonesia (BI)
Karena, ada beberapa hal yang prinsif dikhawatirkan oleh LSM PENJARA yaitu, adanya dugaan Koorforasi kejahatan dalam proses peminjamannya atau patut diduga adanya kerjasama antara Nasabah dengan “Oknum” dari pihak Bank Itu sendiri agar supaya bisa dengan mudah dan gampang di dalam proses Pencairan sebuah pinjaman Berupa uang yang di ajukan AF kepada Bank BNI dengan Jaminan sebuah sertifikat yang bukan Sertifikat tanah kepemilikan AF itu sendiri tanpa memperhatikan Rambu-rambu aturan yang berlaku sebenarnya di Bank tersebut.’terang nra

Kami dari LSM Penjara akan mencoba membantu semaksimal mungkin sesuai batasan kewenangan kami sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat terhadap apa yang terjadi kepada salah satu warga masyarakat yaitu Pa Nano Karno ini Sampai kepastian Hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia terkait hal tersebut di tegakan dengan seadil-adilnya sesuai dengan Pancasila Butir Ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia). Dan, Bilamana hal ini harus sampai ke Meja Hijau, kami dari Perwakilan LSM PENJARA Kota Tasikmalaya untuk pusat akan terus kawal sampai Warga Masyarakat Wanaasih desa Budiasih Kec.Sindang kasih Ciamis yang bernama Pak Nano Karno Mendapatkan kembali Surat Sertifikat Tanah Kepemilikannya kembali sesuai dengan Prosedur yang berlaku atas haknya tersebut, tegasnya. Endra R

About Post Author