2 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Endang Hermawan Pengembang Perumahan Cluster Green House, Diduga Tidak Layak Huni

Spread the love

Kabupaten Bekasi, Tren24reportase.com – Para penghuni perumahan Cluster Green Hous mengeluhkan atas nasib kondisi perumahan mereka ke Tim Reportase Nasional (23/4/2021. Pasalnya, rumah tersebut yang merka huni dan lakukan akad kredit tidak sesuai dengan aspektasi layaknya sebuah perumah ber type Cluster. Angan-angan para penghuni ketika melakukan akad kredit di dari KPR BTN untuk mendapatkan rumat bertype Cluster sirna begitu saja. Sebab Perumahan Cluster Green House bak perumahan bersusidi dan mungkin jauh dari kata bersubsidi dikarenakan kondisi fisik perumahan sangat amburadul ungkap konsumen/penghuni rumah tersebut , karena, intalasi listrik belum terpasang dan saluran air pembuangan sangat miris
Belum lagi Kilo watt/hour (KWH meter) dari mulai dihuni hingga sampai saat ini ada beberapa unit yang belum terpasang hingga nyaris para penghuni rumah yang belum memiliki Kwh meter pernah ingin bongkar dan di permasalahkan oleh petugas PLN dan dikenai denda kisaran Rp. 18.000.000 (delapan belas juta). Dan lebih parahnya lagi, plapon rumah berjatuhan karena diakibatkan pemasangan genteng/atap tidak rapih dan bukan hanya itu saja ungkap konsumen/ penghuni rumah kepada Tim wartawan RN , saya sebagai konsumen rasanya dibohongi saat akad kredit katanya rumah yg akan saya tempati sudah bisa dihuni ehhhhhh saat saya mau melihat rumah nyatanya rumah belum dibangun , yang dipoto rumah orang lain dan saya sangat kecewa dan saya anggap pembohongqn dan penipuan .
Begitu rumah dibangun belum sempurna saya disuruh menempati apa adanya sambil dikerjakan dan bukan hanya itu kekecewaan saya, sudah jalan 3 tahun rumah huni ditempati sampai saat ini kWh belum terpasang oleh pihak PLN jadi Ruar biasa jahatnya pihak pengembang dan pihak PLN .
Rencana kami akan membuat pengaduan kepada pihak berwajib, ujar Andi.
Ditempat terpisah, Binsar Aritonang, Ketua Tim Investigasi LMPPSDMI angkat suara terkait adanya suara para penghuni/konsumen perumahan yang diduga tidak layak huni oleh penghuninya Perumahan Cluster Green House mengatakan bahwa Endang Hermawan selaku pengembang perumahan diduga telah melakukan wanprestasi atau pelanggaran terhadap para konsumen/pemilik rumah, dan juga patut diduga PLN dan KPR BTN juga bisa juga turut serta didalamnya terkait pelanggaran yang dilakukan pihak pengembang , pihak BTN dan pihak PLN sudah layak untuk dipidanakan atas pelanggaran untuk membuat efek jera kenakalan dari pihak terkait , ungkap Binsar Aritonang Kepada wartawan Reportase Nasional.
Kronologis :
Pada waktu Akad Kredit pihak Bank mengucapkan kata “selamat ya pak sudah bisa menempati rumahnya ” dan orang yang Barengan Akad Kredit sama saya pun berkata ” wah enak rumah bapak sudah jadi ya, saya bingung dan selang beberapa hari dari akad kredit,saya survei ke lokasi cluster untuk melihat Rumah yang saya pesen,ternyata Rumah saya Belum Jadi dan masih tanah kosong….akhirnya saya komplen ke pihak Developer Ko saya sdh akad kredit tapi masih tanah Kosong, setelah 2 Bulan lebih rumah saya sudah di bangun tapi belum 100 % sempurna ( belum finishing ) dan saya terpaksa menempati rumah tersebut karena Masa Kontrakan saya sudah habis dan berkas sekolah anak anak saya pun sudah di pindahkan ke sekolah yang baru deket lokasi Cluster Green House,Pak Endang pun berkata Rumah bapak akan Kami selesaikan pengerjaan nya, tapi apa ? Ternyata 1 hari saya nempati rumah, besoknya Tukang datang cuma mengerjakan mencat tembok dan serta besoknya lagi Tukang Tersebut tidak datang- datang lagi, saya pun langsung menanyakan ke pihak developer, Kok Tukang tidak datang kembali untuk mengerjakan rumah saya ?
Adapun jawaban dari pihak Developer ,”Ya Nanti” seperti itu.
Baru beberapa minggu rumah yang saya tempati datanglah musim hujan, ternyata rumah saya semua plapon rusak parah dan salah Satu plapon kamar tidur Roboh dan hampir menimpa anak-anak saya yang sedang tidur dan Untuk Kekurangan yang belum terselesaikan di rumah kami yang antara lain ; Genteng Bocor, pintu – pintu dari triplex ( tidak sesuai dengan brosur ), kaca tipis ( tidak sesuai dengan brosur ), tidak ada intalasi Listrik (tidak ada KWH meter) hingga sampai saat ini, tidak ada instalasi air, planfon-plafon rumah roboh, net keramik bolong, saluran air ( got ) cuma lebar 20 cm, tidak ada handle pintu setiap kamar, tembok samping rumah belum di plester, pungkas para konsumen kepada Tim RN. (RED)

Photo : KWH PLN dibeberapa rumah hingga sampai saat ini belum ada/dipasang
Photo : Plapon yang runtuh dan sudah dilaporkan tapi hingga kini belum direalisasikan.
Photo : Saluran pembuangan air (got) kelebarannya tidak sepadan